Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2011

Keren Banget, Kulit Dapat di Buat di Pabrik

Ide ilmuwan Fraunhofer Institute for Interfacial Engineering and Biotechnology Jerman memproduksi kulit manusia buatan dalam skala besar kini terwujud.


Jerman kini memiliki pabrik kulit manusia dan produksinya dibantu robot. Robot-robot itu meremas larutan kimia merah muda kemudian memasukkannya ke dalam alat semacam pipet dan mengubahnya menjadi calon lembaran kulit manusia.

Pabrik itu bisa menghasilkan lima ribu jaringan tembus pandang berwarna putih seukuran uang koin tiap bulannya. Jaringan calon kulit yang diproduksi bisa juga berwarna coklat. Dalam calon kulit itu juga terdapat pembuluh darah dan bisa dipakai mengobati luka kulit.

Setiap jaringan dihargai US$72 (Rp620 ribu). Jaringan ini memang terbilang mahal.

Seperti dikutip Pop Science, dua tahun lalu para ilmuwan berharap, pabrik ini bisa menghasilkan kulit buatan dengan harga terjangkau demi kepentingan studi dan pengobatan. Kulit yang diproduksi robot ini diawasi dengan ketat agar terhindar dari infeksi.

"Kami yakin pabrik semacam ini bisa menjadi cara efisien menghasilkan jaringan baru, termasuk kemih, trakea, tulang rawan bahkan organ tubuh,” kata direktur pabrik kulit Heike Walles.

Walles dan tim ilmuwan berhasil memproduksi jaringan untuk transplantasi manusia. Namun, proses ini masih sangat mahal. "Fasilitas produksi jaringan semacam ini diharapkan bisa lebih memudahkan dan mengurangi biaya".


Senin, 07 Maret 2011

Kereta Peluru Keren dari Jepang

Kereta api peluru terbaru Jepang berhidung lancip, “Hayabusa” atau Falcon, telah memulai debutnya untuk memacu kecepatan 300 kilometer per jam pada Sabtu (5/3).

Kereta dengan teknologi ultra-cepat terbaru ini akan melakukan perjalanan tiga hari dari Tokyo ke kota Aomori, di pedesaan terpencil di ujung utara pulau Honshu.
Hayabusa Kereta Peluru tercepat di Jepang

Hayabusa seri E5 berwarna hijau dan perak ini akan melakukan perjalanan dengan kecepatan 300 km/jam dan menempuh perjalanan 675 kilometer dalam 3 jam 10 menit.

Di tahun depan kereta ini akan dipacu pada kecepatan tertinggi sebesar 320 km/jam, menjadikannya kereta tercepat di Jepang.


Baju Anti Panas dan Kebakaran

Selain tabrakan, hal menyeramkan yang ditakuti oleh para pembalap adalah dirinya yang terbakar pada saat terjadinya kecelakaan.

Sebuah baju yang sedang dikembangkan oleh Lamination Technologies mungkin akan membuat sedikit pembalap lega atau mengurangi rasa kuatir karena terbakar.
 
Selain tabrakan, hal menyeramkan yang ditakuti oleh para pembalap adalah dirinya yang terbakar pada saat terjadinya kecelakaan.

Sebuah baju yang sedang dikembangkan oleh Lamination Technologies mungkin akan membuat sedikit pembalap lega atau mengurangi rasa kuatir karena terbakar.

Baju anti api ini sendiri sebenarnya dibuat untuk para petugas pemadam kebakaran tetapi juga dikembangkan untuk para pembalap.


Rabu, 02 Maret 2011

Pengawasan Israel Terhadap Tentara Facebook-an

Pihak pemerintah Israel kembali memberikan peraturan tegas terhadap seluruh tentara mereka terkait layanan jejaring sosial.

Untuk mengurangi resiko pembajakan atau kebocoran informasi yang dapat merugikan militer Israel, Departemen Teknologi Informasi Pasukan Israel membuat kebijakan melarang tentaranya mengakses jejaring sosial terutama Facebook.

Pihak militer Israel menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai rencana baru yang diumumkan pasukan Israel supaya informasi keamanan tidak mengalami kebocoran.

Seperti dilansir dari Surat kabar Israel Yediot Aharonot, Rabu (2/3/2011), aturan baru ini agak menyiksa mereka yang sudah terlanjur kecanduan. Sebelumnya tentara Israel bebas mengakses berbagai situs lewat komputer milik tentara. Namun diputuskan melarang mengunjungi berbagai situs dengan alasan keamanan.

Untuk mengamankan program ini, aparat keamanan internal Israel membentuk departemen baru pada bagian intelijen untuk mengawasi peristiwa bocornya informasi keamanan oleh pihak tentara dan perwira ke jaringan sosial dan menyebar ke dunia maya.


Intel mengumumkan kehadiran prosesor Atom N570 terbaru dan berjanji akan mengapalkan prosesor tersebut di netbook paling lambat bulan depan.

Dijelaskan oleh Intel, Atom N570 merupakan prosesor dengan dual core yang mampu berlari dengan kemampuan 1.66 GHZ dan 1MB dari L2. Sementara itu kemampuan menyerap konsumsi listrik, prosesor ini hanya sebesar 8.5 watt.

Selain seperti dilansir melalui PC World, Rabu (2/3/2011), kemampuan lain dari Atom N570 ini adalah mendukung memori dengan format DDR3.

Asustek Computer, Samsung dan Lenovo akan menjadi laptop pertama yang akan menggunakan Intel Atom N570 ini. Rencananya, untuk laptop Intel akan memamerkannya pada acara pameran elektronik CeBit di Hanover, Jerman.

Nantinya, netbook yang berjalan dengan chip akan memberikan hidup baterai mirip dengan sistem yang berjalan pada prosesor atom single core. Masa pakai baterai netbook tergantung pada fitur-fitur, ukuran layar dan aplikasi.

Beberapa netbook dapat memberikan antara delapan dan 12 jam masa pakai baterai pada kegiatan dasar seperti browsing Web. Tapi aplikasi yang menuntut banyak tenaga pemroses, seperti grafik definisi tinggi, dapat menguras baterai dengan cepat.


Plastik pada masa depan bisa menjadi penghantar arus listrik. Potensi penggunaannya pun amat luas. Para peneliti di University of Queensland, Australia, berhasil melakukan eksperimen untuk membuat plastik sebagai penghantar listrik. Tim yang terdiri atas profesor Paul Meredith, profesor Ben Powel—keduanya dari University of Queensland—dan profesor Adam Micolich dari University of New South Wales itu menggunakan teknik sinar ion dalam prosesnya.

Untuk mengubah plastik menjadi penghantar listrik, para peneliti menempatkan film logam tipis di atas lembaran plastik lalu menyatukannya pada permukaan polimer dengan menggunakan sinar ion. Metode ini ternyata dapat digunakan untuk membuat film plastik yang murah, kuat, lentur, serta memiliki kemampuan untuk mengalirkan arus listrik.

Teknik sinar ion sudah digunakan secara luas dalam industri mikroelektronik untuk menentukan daya konduksi semikonduktor seperti silikon. Namun, upaya untuk menerapkan proses serupa pada film plastik yang dilakukan sejak 1980 baru bisa membuahkan hasilnya tahun ini.

"Kami telah berhasil menggunakan sinar ion untuk menyesuaikan sifat film plastik agar dapat menghantarkan listrik seperti halnya pada logam yang dipakai pada kabel listrik," tutur Meredith. Selain itu, menurut Meredith, teknik sinar ion itu juga memungkinkan film plastik berfungsi sebagai superkonduktor serta mengalirkan arus listrik tanpa tahanan jika didinginkan sampai suhu tertentu.

Untuk mendemonstrasikan potensi penerapan materi baru ini, tim peneliti membuat termometer tahanan listrik yang sesuai dengan standar industri. Ketika dilakukan uji coba dan dibandingkan dengan termometer tahanan platinum berstandar industri, materi baru itu menunjukkan kualitas yang setara, bahkan lebih unggul.

Menurut Andrew Stephenson, salah satu anggota tim, penemuan ini sangat menarik karena kemampuan film plastik untuk mengalirkan atau menahan aliran arus listrik sangat akurat dan dapat disesuaikan. Ini berarti potensi penggunaannya sangat luas.


Penjelajahan Kapal Pesiar Dengan Tenaga Surya

Satu bulan setelah mereka memulai perjalanan mengelilingi dunia dalam sebuah kapal bertenaga surya, kru Eropa dari kapal Tûranor PlanetSolar berhasil menarik rasa ingin tahu beberapa penghuni lokal Samudra Atlantik.
 
Tamu berbobot 95 ton yang tidak berisik tersebut mulai bertolak pada bulan September 2010 dari Monaco untuk suatu perjalanan yang diperkirakan menghabiskan waktu delapan bulan. Kapal senilai 17,5 juta dollar AS itu bisa mencapai kecepatan 12 knot dan bertujuan untuk menunjukkan potensi perjalanan bebas polusi udara.

Kapal ini memang sepenuhnya menggunakan matahari sebagai sumber tenaga. Sinar matahari mengenai 825 panel surya—beberapa dipasang di bagian sayap yang diperpanjang—yang dapat menghasilkan listrik sampai 93,5 kilowatt. Baterai lithium-ion di kedua pengapung menggerakkan kapal tersebut pada malam hari dan cukup untuk melewati tiga hari penuh tanpa sinar matahari. Sebuah komputer mengendalikan aliran energi ke baterai tersebut dan motor-motor yang menggerakkan baling-baling kapal pesiar sepanjang 1,8 meter.

Meski modern, selama menjelajah dunia, beberapa tradisi pelayaran masih dilakukan. Tradisi itu antara lain dilakukan saat pelayaran pertama melintasi Khatulistiwa. Kata pemimpin proyek, Gerhard Beinhauer, saat itu dilakukan pula suatu upacara atau ritual perjalanan "Dengan Dewa Neptunus, yang dibantu oleh Helios, Dewa Matahari."

Selama upayanya mengelilingi dunia, Tûranor PlanetSolar berlayar pada lintasan 30 derajat garis lintang Khatulistiwa untuk memaksimalkan paparan sinar matahari.


Robot Ceetah Tercanggih Untuk Mengejar

Lembaga riset pertahanan di Amerika Serikat, Defense Advanced Research Projects Agency tengah memiliki proyek ambisius. Mereka menciptakan robot pelari yang diberi nama ATLAS. Robot berkaki empat berbentuk cheetah itu memang dirancang menjadi pelari cepat.

Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) menggandeng Boston Dynamics untuk mengembangkan robot pelari tercepat di dunia itu. Robot ini diharapkan bisa memanjat, melewati ruang-ruang sempit, dan bisa bermanuver dengan lincah. ATLAS diharapkan dapat menembus kecepatan 20-30 mil per jam (32-48 km per jam, jika 1 mil setara 1,6 km). Walau demikian, ia belum mampu meniru kecepatan asli cheetah.

Menurut Marc Raibert, Presiden dari Boston Dynamic, pihaknya sampai sekarang masih berusaha menyamai kecepatan cheetah yang mencapai 96-112 km per jam. "Tak ada alasan untuk tidak menyamai kecepatan asli, tetapi butuh waktu untuk mencapai angka itu," kata Marc Raibert, Presiden Boston Dynamics, kepada Boston Herald.

DARPA membiayai program ini dengan tujuan menciptakan robot yang cepat dan mampu bergerak lincah. Prototipe ATLAS akan keluar sekitar 20 bulan lagi. ATLAS mungkin suatu saat dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan di medan perang


Rabu, 23 Februari 2011

Robot Pelayan Pertama di Beijing

Beijing: Sebuah restoran makanan di provinsi Shandong, Cina utara, memperkenalkan para karyawan barunya. Karyawan ini bukan sembarang karyawan. Mereka adalah sebuah robot pelayan yang akan melayani Anda secara otomatis. Selain itu, restoran ini juga memiliki sebuah robot penari yang bergerak di antara meja sambil membawa nampan, menawarkan makanan dan minuman.

Xinhua mewartakan, Jumat (24/12), restoran bernama The Dalu Robot Restaurant itu memiliki sekitar selusin robot pelayan. Meski pelayanan robot ini terbatas, mereka tidak bisa mengisi ulang cangkir kosong. Namun, para pelanggan merasa sanang dan terhibur dengan adanya para robot ini. 

Li Xiaomei, salah seorang pelanggan, mengatakan, "Robot ini melayani lebih baik daripada pelayan sungguhan. Pelayan manusia terkadang tidak sabar. Para robot ini tidak pernah lelah. Mereka selalu bekerja, berpindah-pindah dari satu meja ke meja lain."

Robot ini dikembangkan Shandong Dalu Science and Technology Company, mendesain dan membangun pelayan mekanik berdasarkan suatu gambaran. Biaya untuk membuat sebuah robot sekitar enam ribu dolar AS atau setara dengan Rp 54 juta. (YUS)


Teknologi Komunikasi Yang Ramah Lingkungan

Jakarta - Inisiatif dari pemerintah untuk mendorong penggunaan teknologi komunikasi informasi yang ramah lingkungan (Green ICT) disambut baik oleh kalangan industri migas. 

Menurut Deputi Evaluasi dan Pertimbangan Hukum BP Migas, Lambok Hamonangan Hutauruk, flagship 2010-2015 BP Migas sangat erat keterhubungannya dengan empat inisiatif program Go Green ICT di 2010 ini.

Keempat flagship tersebut adalah: 
- Green ICT policy development and deployment
- Power energy saving
- Reduce paper printing
- Green ICT design and procurement

"Penggunaan teknologi sudah harus ramah lingkungan. Berdasarkan analisa tren global, kebutuhan energi sudah sangat meningkat. Sehingga di tahun 2050, kita harus men-drop emisi 50% kalau masih mau punya lingkungan yang baik," kata Lambok dalam seminar 'Green ICT, Eco Innovation ICT Conference & Exhibition' di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (8/4/2010).
 
Sementara tren di indonesia, sumber daya energi, khususnya minyak bumi semakin langka. "Ada penurunan 8% hingga 10%. Minyak bukan seperti air yang terus mengalir. Sumber daya energi ini suatu saat akan habis. Itu sebabnya kita harus menghemat energi." Menurutnya, Sumatera dan Jawa adalah pengguna energi terbesar di Indonesia.

Lambok yang mengutip data dari Kementerian Kominfo periode 2007, pertumbuhan industri teknologi informasi mencapai  48%, dimana penjualan perangkat komputer di Indonesia tumbuh 38,5%.

Secara global, konsumsi energi untuk penerapan ICT ternyata bisa mencapai 40% dari total konsumsi energi. Angka ini akan terus tumbuh sejalan dengan pesatnya belanja produk ICT di seluruh dunia.

"Dengan semakin besarnya penetrasi ICT di ke lingkup kehidupan masyarakat, penggunaan energi akan semakin tinggi. Hal ini harus disiasati dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan dan rendah konsumsi energinya," kata Lambok.

Ia pun menceritakan, inisiatif Go Green ICT mulai diterapkan di lingkungan Migas. "Dengan menggalakan Green ICT, hampir 60% penggunaan kertas bisa dikurangi di lingkungan kami. Sebab, ada unit yang bisa sama sekali tak perlu kertas meski tetap ada yang tak bisa tak menggunakan kertas," pungkasnya.
( rou / ash ) 


Selasa, 22 Februari 2011

Proyek Untuk Menyelamatkan Bumi kita

Bumi yang kita tinggali ini sudah mengalami kerusakan yang luar biasa di mana-mana. Pencemaran udara akibat polusi dari jumlah kendaraan bermotor dan industri yang meningkat tajam, hutan yang habis ditebang, sungai dan laut yang dieksplorasi manfaatnya tapi justru menjadi rusak dan lain-lain.

Masalah yang menimpa bumi memang sudah cukup banyak. Manusia dengan segala aktivitas dan kebutuhannya secara perlahan-lahan telah merusaknya. Entah sampai kapan lagi bumi kita ini dapat bertahan.

Perbuatan manusia memang sudah tidak terkontrol lagi. Kerusakan udara, tanah dan air sudah sedemikian parah sehingga suhu temperatur bumi makin memanas, salju di kutub mencair, daratan semakin terkikis, banjir di mana-mana, iklim yang tidak lagi bersahabat dan masalah-masalah lainnya.

Lalu apa yang telah dilakukan oleh kita untuk menyelamatkannya?

Ternyata masih banyak orang yang peduli dan ingin menyelamatkan bumi. Orang-orang tersebut dengan segenap kemampuan mereka berusaha untuk menyelamatkan bumi sehingga untuk ke depannya bumi masih menjadi tempat yang layak bagi anak-anak cucu mereka tinggal.

Apa saja proyek ramah lingkungan yang telah atau sedang dikerjakan oleh orang-orang tersebut, mari kita lihat satu per satu.

1. Proyek pembangkit listrik tenaga surya Qaidam Basin PV, China

Proyek ini diumumkan pada bulan Januari 2009 yang berlokasi di Barat Laut negara Cina yang akan menjadi pembangkit listrik tenaga surya terbesar yang mampu menghasilkan listrik sebesar 1GW.

2. Proyek pembangkit listrik tenaga angin Markbygden, Swedia

Dengan 1,101 turbin di lahan seluas kurang lebih 450 km persegi, ladang angin Markybygden akan menjadi ladang yang memproduksi listrik tenaga angin terbesar begitu nanti diresmikan pada tahun 2020. Saat ini proyek tersebut sedang menunggu perizinan dari pemerintah Swedia, dan info tambahan juga bahwa proyek yang diperkirakan menelan biaya 5 Milyar Euro tersebut akan memproduksi energi listrik 12TWh tiap tahunnya.

3. Proyek pembangkit listrik tenaga air Three Gorges, Cina

Proyek bendungan hidroelektrik ini akan menjadi bendungan terbesar di dunia begitu rampung pada tahun 2011, dapat memproduksi listrik sebanyak 22,500MWh. Namun bendungan seluas 39.3km3 itu juga memiliki dampak negatif yang diantaranya adalah karena jalur lokasinya yang rentan akan gempa bumi dan diperkirakan keberadaannya justru dapat menimbulkan longsor bagi daerah-daerah di sekitarnya.

4. Proyek pembangkit listrik tenaga surya Acciona Amareleja (Moura) PV, Portugal

Proyek ini sudah rampung pada tahun lalu, dan sampai dengan saat ini menjadi ladang pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia dengan kemampuan memproduksi 93 juta KWh listrik per tahunnya, yang cukup untuk digunakan oleh 30,000 rumah tangga di Portugal.


5. Proyek pembangkit listrik tenaga gelombang Siadar, Hebrides (Skotlandia)

Hebrides adalah kepulauan di Barat Laut Skotlandia. Dan saat ini di negara kepulauan tersebut tengah dibangun sebuah proyek pembangkit listrik tenaga gelombang. Proyek yang dibangun atas kerjasama pemerintah Skotlandia dan perusahaan yang ahli di bidang gelombang air Wavegen itu akan dapat memproduksi listrik sebanyak 4MW setelah nanti rampung pada tahun 2011 - cukup untuk keperluan listrik bagi 1,800 rumah tangga.


6. Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Leyte, Filipina

'Bebatuan panas' alami yang melimpah di negara Filipina menjadikannya sebagai negara penghasil panas bumi terbesar kedua di dunia, yang dapat menghasilkan listrik bergiga-giga watt. Leyte mampu menghasilkan listrik sebanyak 708MW dan merupakan ladang panas bumi terbesar dari lima ladang yang ada di Filipina.

7. Proyek pembangkit listrik tenaga surya Topaz, California Amerika Serikat

Saat ini pembangkit listrik tenaga surya terbesar masih dipegang oleh Moura di Portugal, tapi hal itu mungkin tidak akan bertahan lama. Topaz, ladang tenaga surya yang kemungkinan akan dibuka sekitar tahun 2012-13 akan menjadi pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia dengan kemampuan menghasilkan listrik sebanyak 550MW , yang itu cukup untuk digunakan oleh sekitar 190,000 rumah tangga di Amerika Serikat.


8. Proyek pembangkit listrik tenaga surya Sevilla, Spanyol

Ladang tenaga surya yang berlokasi dengan dengan kota Seville Spanyol ini, merupakan salah satu yang terbesar di Eropa. Terdiri dari kumpulan 600 kaca baja yang mengalihkan cahaya matahari ke atas sebuah menara surya setinggi 115m. Di atas menara itu, uap air akan diubah menjadi uap, yang nantinya akan menggerakkan turbin yang mampu menghasilkan listrik yang cukup untuk digunakan bagi 6,000 rumah tangga. Abengoa Solar, perusahaan yang menjalankan pembangkit listrik itu mengatakan bahwa teknologi yang mereka gunakan dalam proyek tersebut sangat sederhana. Tujuan yang ingin dicapai adalah ladang yang mampu menghasilkan 1.2MW yang listriknya dapat digunakan oleh 600,000 rumah tangga.

9. Proyek pembuatan turbin Maglev

Sampai sejauh ini, belum ada informasi yang menyebutkan negara mana yang akan menggunakan turbin tenaga angin dengan teknologi terbaru ini. Proyek Maglev diperkenalkan pertama kali pada ajang Wind Power Asia di Beijing Cina. Proyek ini diharapkan dapat membawa teknologi pembangkit listrik tenaga angin pada tingkat selanjutnya dengan pengapungan magnetiknya. Produksinya sendiri saat ini dikerjakan di Cina dan Amerika.

10. Proyek kota tenaga surya Babcock Ranch, Florida Amerika Serikat

Proyek Babcock Ranch merupakan proyek pembuatan kota yang 'hijau' dengan menggunakan tenaga surya sebagai energi utama. Saat ini masih menunggu izin dan jika nanti terwujud, Babcock Ranch akan menjadi kota tenaga surya pertama di dunia dan akan didiami oleh sekitar 19,500 rumah tangga.



Guru Robot Akan Hadir di Korea Tahun 2012

Setelah beberapa bulan percobaan, Korea Selatan berencana siap meluncurkan robot yang akan membantu mengajar secara luas, robot ini disebut dengan R-Learning.

Pemerintah Korea akan menginvestasikan 1 milyar KRW (Won Korea) atau sebesar $8.69 juta USD di tahun 2011 untuk memperluas sistem agar dapat mencapai 500 preschool, dan kemungkinan dana tersebut akan terus berkembang menjadi 40 milyar KRW ($36 juta USD) di tahun 2012.

Pada tahun 2013 rencananya sistem pengajaran menggunakan robot akan digunakan di lebih kurang 8000 pusat pendidikan anak-anak (preschool dan taman kanak-kanak).

Jika setelah 2 tahun berjalan sistem itu terbukti positif maka bisa diterapkan juga di sekolah dasar.

Kurikulum sistem dapat dimodifikasi agar sesuai dengan ruangan kelas, seperti membacakan cerita.

Para orang tua dapat berhubungan dengan robot tersebut di ruangan kelas anak mereka guna bertukar pesan dan mengecek perkembangan anaknya secara langsung.

KIST (Institut Teknologi & Ilmu Pengetahuan Korea) mengatakan bahwa ada pasar internasional untuk R-Learning, dengan rencananya akan mengekspor keluar negeri yang dimulai dari negara-negara berkembang.


Upaya Gerakan Peduli Lingkungan

Biopori: Solusi Teknologi Ramah Lingkungan yang di praktikan di Universitas Padjajaran


Sebagai gerakan peduli terhadap lingkungan, Unpad menawarkan solusi teknologi yang berbasis ramah lingkungan. Solusi ini dinamakan Biopori, yang diluncurkan langsung oleh Rektor Unpad Prof. Ganjar Kurnia. Hadir pula PR Bidang Kemahasiswaan Trias Nugrahadi, dr. Sp. KN, Sekretaris Senat Prof. Dr. Johan Masjhur, dr., Sp.PD-KEMD, SpKN, juga oleh beberapa Dekan Fakultas. Acara ini diselenggarakan pada hari Senin (22/12) di Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur , Bandung.
Biopori atau yang biasa disebut dengan Teknologi Lubang Resapan Biopori merupakan metode alternatif untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah, selain dengan sumur resapan. Pemanfaatan Biopori ini akan membuat keseimbangan alam terjaga, sampah organik yang sering menimbulkan bau tak sedap dapat tertangani, disamping itu juga dapat menyimpan air untuk musim kemarau. Ide awal ini pertama kali diperkenalkan oleh Kamir Raziudin Brata, seorang peneliti dan dosen di Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan IPB.
Selain itu kelebihan dari Biopori ini adalah memperkaya kandungan air hujan. Karena setelah diresapkan kedalam tanah lewat Biopori yang mengandung lumpur dan bakteri, air akan melarutkan dan kemudian mengandung mineral-mineral yang diperlukan oleh kehidupan. Adapun tujuan Lubang Resapan Biopori (LRB) ini adalah agar air masuk sebanyak mungkin kedalam tanah.
“Alat-alat Biopori ini juga akan disosialisasikan ke masing-masing Fakultas, sedangkan untuk jangka panjangnya kita akan mengajak IKOPIN, UNWIM dan IPDN untuk juga dapat menjaga air resapan wilayah Jatinangor melalui Biopori ini”, ucap Bambang Aris Sistanto yang juga Dosen Fakultas Teknik Industri Pertanian. Alat pelubang resapan Biopori ini langsung coba digunakan oleh Rektor Unpad dan beberapa staf Unpad lainnya, bahkan beberapa mahasiswa Unpad ikut mencoba menggunakan alat ini.
Kelebihan LRB lainnya adalah selain sederhana, alat ini sangat mudah digunakan oleh kaum perempuan. Selain itu 10 manfaat dari LRB ini antara lain adalah memelihara cacing tanah; mencegah terjadinya keamblesan (subsidence) dan keretakan tanah; menghambat intrusi air laut; mengubah sampah organik menjadi kompos; meningkatkan kesuburan tanah; menjaga keanekaragaman hayati dalam tanah; mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh adanya genangan air seperti Demam Berdarah, Malaria, Kaki Gajah, (mengurangi masalah pembuangan sampah yang mengakibatkan pencemaran udara dan perairan); mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan); serta mengurangi banjir, longsor dan kekeringan.